the story go on..
baik lah, saya akan memulai cerita saya tentang US hari kedua. Pelajaran yang pertama diujikan adalah fisika, fisika, fisika, FISIKA! fisika adalah satu dari sekian banyak pelajaran yang membuat mata perih, hidung gatal, perut mual, pipi panas, kepala sakit, dan banyak lagi. pengawas yang pertama masuk adalah Mrs. Rahma. She is our physics teacher that make our examination paper today, dengan sejuta kata, gambar, dan angka-angka yang tak terhingga sehingga membuat otak mengadakan perang 2 jam dengan rumus yang telah di hapal. tragis. dinamis. realistis. banyak dari teman saya yang diruangan itu mengeluh, ada yang bilang : miss soalnya susah banget sih!, miss ga ngerti, miss kok bisa buat soal kaya gini? miss ini soal apa soal?
sedangkan saya hanya termangu melihat teman2 saya yang bertanya. ingin rasanya saya mengeluh : miss, boleh ga di pindahin kipas anginnya? dibagian sini panas kok.
tapi berhubung sehubung lidah saya kelu setelah menatap kertas soal fisika itu, dan kemungkinan kepala saya di timpuk dengan pantopel yang banyak, saya memilih diam dan mencoba khusyuk menghayati soal-soal racun itu. segenap rasa dan usaha serta keringat yang bercucuran, saya menjawab soal PG. kemudian beralih ke soal essay yang saya yakin dapat membuat kepala anda terasa akan lepas. tragis. saya hanya menjawab sebisa saya, ada yang hanya saya gambar. maaf miss, toh yang akan memeriksa juga Pak Rudi. saya kira cukup untuk cerita ulangan fisika yang memuakkan ini....
ulangan yang kedua adalah, bahasa inggris. seperti yang saya duga, mam Evi lah yang membuat soal itu. soalnya lumayan karena hampir seluruh soal telah diajarkannya. terima kasih ma'am. jadi saya tidak perlu lama berjuang karena saya segera keluar mengingat pelajaran geografi yang akan diujikan setelah ini. oh ya, dan terimakasih juga kepada Pak Bambang yang membangunkan saya karena tertidur dengan mata Pak Bambang yang tajam, sekali lagi terima kasih Pak!
pelajaran yang ketiga adalah geografi. jujur, ini juga pelajaran yang dapat membuat otak akan terpelintir dengan bahasa dan ulasan yang dalam dan tajam. tragis. karena ulangan geo terdiri dari 3 bab yang naujubillah banyak sekali, saya hanya mencoba untuk menghafal seadanya. saya menghafal di depan ruang 4 karena di depan ruang 4 adem ayem. yeh. saya duduk di antara bhika dan acel. bhika sedang menghafal sedangkan acel tidur. tidur. tiba-tiba ipul menghampiri saya dan memaksa meminjam kertas hafalan saya, saya segera kabur. maaf pul. ketika saya kembali ke ruang 3, kya dan ditho sedang mengobrol bersama, dan akhirnya dapat anda duga, saya ikut nimbrung dan akhirnya, buku cetak dan kertas geo saya, berdebu di tas. teet. bel berbunyi, pak Bambang menjadi pengawas kami (lagi) pak Bambang membagikan kertas ulangan geo yang astaghfirullahalazim. sialnya, saya hanya belajar bab 3 dan bab 2. tetapi yang masuk di PG hampir rata2 bab 1. kepala saya terserang sindrom migrain seketika. dengan tenaga yang masih tersisa, saya kerjakan seluruh soal itu dan segera keluar (walopun udah banyak yang ngeduluin buat keluar, hehe)
saya segera mengajak raisa ke kantin untuk membeli bakso. tidak lama kemudian, our shy couple come into canteen, dwi dan bani. haha, dengan senyum khas mereka. dwi bergabung dengan saya dan raisa. setelah makan, tiba-tiba fadilah aini menghampiri saya untuk bermain permainan laknat (jempol) dengan taruhan, apabila saya kalah saya harus menegur 'hh' tetapi kalo fadilah kalah, dia harus menghampiri pacarnya. tidak adil dan tragis. karena sehubung saya sama sekali tidak mengerti bermain itu, fadilah aini yang memenangkan permainan laknat ini. dwi dan mia segera menarik saya untuk bertegur sapa dengan 'hh' tetapi saya berulang kali berkata : dianya ga ada, udah pulang ke asrama. tetapi dwi dan mia tetap menarik saya. fadilah segera minta tlg ipul untuk memanggil si itu. saya cocok seperti kambing yang akan di sembelih. saya melihat si itu keluar dari asrama dg menggunakan kaos putih. ada nuha dibelakangnya. ketika si itu melihat saya, dia langsung di tarik oleh nuha. nasib saya dan dia sama. fadilah bebicara dg dia : hei, ada yang mau negur. dia : udalah ga usah di paksa dianya, biar aku aja duluan. saya : dwi mia lepasss aaa-, karena saya tercegat, saya bertanya kepada si dia : berapa kemaren pake duit kas buat fotokopi? dia : 8 ribu. saya langsung berlari menuju ke asrama. maaf kalau kurang sopan. haddeh."
ok, udah dulu, bye.
Its hard to pretend you love someone when you don't but its harder to pretend that you don't love someone when you really do ..
You wondered how you’d make it through. I wondered what was wrong with you. Because how could you give your love to someone else, yet share your dreams with me? Sometimes the only thing you’re looking for, is the one thing you can’t see.
Love never dies a natural death. It dies because we don't know how to replenish its source. It dies of blindness and errors and betrayals. It dies of illness and wounds; it dies of weariness, of withering, of tarnishing.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar